Tampilkan postingan dengan label Ilmu Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Aqidah. Tampilkan semua postingan

1
Wahyu Pertama dan Kerasulan Nabi Muhammad SAW

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Puji syukur atas nikmat yang Allah berikan alhamdulillah rasa Iman dan Taqwa yang semoga tertanam bagi kita semua Umat Islam karena masih mau membaca artikel ini Insya Allah akan membawa titik cerah. Dalam pembahasan kali ini Saya ingin share artikel yang membahas tentang Wahyu Pertama dan Kerasulan Nabi Muhammad SAW dikutip dari Al Quran dan referensi lain baik berupa lisan berasal dari Hamba Allah yang Sholeh aamiin dan juga dari sejumlah artikel yang telah Saya baca terkait pembahasan dengan kategori artikel Sejarah Rasulullah semoga amalan mereka diterima oleh Allah Subhanahu wata'ala karena dengan Ilmu yang telah mereka sampaikan merupakan Ilmu dari segala Ilmu, petunjuk dari segala petunjuk sesungguhnya kebenaran, ilmu dan petunjuk hanyalah kepunyaan Allah.

Nabi Muhammad SAW

Video Umat adalah tempat Saya belajar juga tempat untuk berbagi dalam kebajikan menyeru dalam kebenaran datang tidak lain dari petunjuk yang benar sebagai pengikut Rasulullah Rasulnya Allah Saya ingin katakan juga seorang Figur umat Manusia seluruh alam karena kebenaran yang telah beliau bawa ketika masa-Nya hingga sampai dengan hari ini setelah umat-umat sebelumnya nikmat akan petunjuk beliau emban penuh amanah masih dirasakan yaitu Al Quran sebagai Syariat Islam landasan Iman Umat Islam.

Kehidupan Sepeninggalan Nabi Ibrahim a.s
Sebelum menyandang gelar sebagai Rasul Allah nabi Muhammad SAW adalah Manusia biasa sama seperti kita dengan bekal potensi yang beliau miliki sebagaimana kita manusia sama-sama memiliki Potensi Yang Fitrah sekaligus beliau adalah pengikut nabi Ibrahim ketika itu dengan menjalankan Syariat nabi Ibrahim sesuai ajaran petunjuk dari Allah sebelum Al Quran. Namun situasi pada jaman itu yaitu pada kehidupan orang-orang Quraish tampak jauh berbeda atau bertolak belakang dengan Syariat yakni kehidupan yang dipenuhi dengan penyembahan kepada berhala didominasi dengan mementingkan urusan nafsu dan syahwat menjadikan nabi Muhammad berpaling daripada pergaulan kaumnya. Seperti kebiasaan para pemikir orang Quraish yang sering menghabiskan waktu dengan cara menyendiri bertujuan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka berdoa memohon diberikan pengetahuan sebagai petunjuk, genap pada Usia 40 tahun nabi Muhammad sering melakukan hal yang sama layaknya para pemikir tersebut untuk Bertahanus (berdiam diri, mendominasikan kebenaran sebelum dan sesudah menjadi Nabi dan Rasul) bertujuan menjauhkan diri dari pengaruh sesat pada masa itu memilih Gua Hira sebagai tempat yang terdapat di gugusan jabar Nur

Selama Bertahannus nabi Muhammad sering menghabiskan waktu untuk menjalankan Syariat yang dijarkan oleh nabi Ibrahim. Beliau habiskan waktu untuk beribadah hanya kepada Allah yang esa, merenung dari apa yang beliau lihat dari fenomena hidup kaumnya dengan memohon kepada Allah untuk diberikan bimbingan kejalan yang lurus sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Shaleh terdahulu diberikan bimbingan dan jalan lurus yang di ridho'i Allah Subhanahu wata'ala.

Wahyu Pertama dan Kerasulan Nabi Muhammad SAW
Dibulan Ramadhan bulan yang sangat mulia bulan penuh berkah beliau melakukan tahannus lebih giat lagi jika dibandingkan pada bulan selain Ramadhan. Pada saat itu perenungan beliau semakin lama semakin dalam mencapai puncaknya dalam mencari makna kehidupan yang sesungguhnya. Tiba ketika suatu malam tepat tanggal 17 Ramadhan 41 tahun setelah Aamul fiil bertepatan dengan tahun 610 M, kejadian penuh sejarah umat Islam yang tak terlupakan wajib diketahui Saya pikir bagi Anda yang belum tahu dimana ketika kegiatan tahannus dilakukan oleh nabi Muhammad seperti biasanya di Gua Hira disitu beliau didatangi oleh utusan Allah yakni malaikat Jibril membawa Wahyu Pertama yang datang dari langit lalu berkata "Bacalah!" dalam ketakutan luar biasa, badan menggigil disertai keringat bercucuran nabi Muhammad menjawab "Aku tidak bisa membaca" kemudian malaikat Jibril memeluk nabi Muhammad kembali berkata "Bacalah!" dan kembali pula nabi Muhammad menjawab "Aku tidak bisa membaca" hal ini berlangsung sampai 3x sebelum malaikat Jibril menyampaikan lanjutannya dari ayat berikutnya Wahyu/ Ayat Al Quran tersebut tidak lain adalah surat Al Alaq/96 ayat 1-5.

"(1)Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, (2)Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (3)Bacalah, dan Tuhanmulah yang maha mulia. (4)Yang mengajar (manusia) dengan pena. (5)Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya,..." (QS. Al Alaq/96 : 1-5)

Surat Al Alaq ayat 1-5 adalah Wahyu Pertama yang Allah berikan kepada nabi Muhammad saw melalui perantara malaikat Jibril di Gua Hira sebagai pertanda ke Rasulan beliau. Dari saat itu merupakan awal perjalanan nabi Muhammad dalam mengemban amanah tugas amat besar dan berat Allah berikan kepada beliau sebagai Nabi dan Rasul penutup atau terakhir yang tidak lain bertugas untuk menyebarkan agama Allah yakni agama Islam kepada seluruh umat Manusia.

Setelah nabi Muhammad bertemu malaikat Jibril beliau bergegas pulang dan ketika itu keadaan masih dalam rasa takut yang luar biasa setiba dirumah langsung diceritakannya atas kejadian luar biasa itu kepada istri tercinta Sayyidah Khadijah. Mendengar penuturan suaminya sang Khadijah langsung percaya atas apa yang disampaikan adalah suatu kebenaran. Melihat sang Suami masih dalam keadaan tidak tenang lantas Khadijah membawa nabi kerumah anak Pamannya yang bernama Waraqah bin bin Naufal. Waraqah dianggap sebagai orang yang tepat menurut Khadijah ketika itu untuk membuka tabir keistimewaan yang masih tersimpan menjadikan nabi Muhammad masih digandrungi kekhawatiran dan setelah peristiwa di Gua Hira bertemunya nabi Muhammad dengan malaikat Jibril, pasalnya dia adalah seorang pendeta Nasrani yang memahami injil bahkan sempat menterjemahkannya kedalam bahasa yang mudah dipahami ketika masa itu yaitu bahasa arab.

Dirumah Waraqah, Khadijah menceritakan peristiwa yang dialami nabi Muhammad saat menceritakan peristiwa itu bersamaan dengan melihat kondisi nabi Muhammad tidak cukup baik Waraqah mendengarkan secara seksama setiap kata yang dilontarkan dari mulut putri pamannya tersebut. Setelah memahami betul dari apa yang telah disampaikan oleh Khadijah tentang pengalaman nabi Muhammad, Waraqah lantas memeluk nabi Muhammad dengan sangat erat serta berseru "Maha Quddus Ia, Maha Quddus. Demi Dia yang memegang hidup Waraqah. Khadijah, percayalah dia telah menerima rahasiah besar seperti yang diterima oleh Musa as. Dan sungguh dia adalah nabi umat ini. Katakan kepadanya supaya tetap tabah."

Sepulang dari tempat kediaman Waraqah nabi Muhammad dan Sayyidah Khadijah menjadi sedikit lebih tenang. Mereka percaya sepenuhnya bahwasannya surat Al Alaq ayat 1-5 yang diterima dari malaikat Jibril merupakan Wahyu Allah yang menjadikan tanda ke Rasulan nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam.

Setelah jelang Wahyu Pertama Rasulullah dapatkan beliau semakin giat bertahannus digua hira selain untuk merenung, karena masih merasa ada yang salah terhadap suasana/ kondisi kaumnya, belum tahu apa yang harus dilakukan terhadap kaumnya yang masih dalam keadaan sesat ketika itu dan juga belum ada orang lain yang tahu bahwa nabi Muhammad adalah Rasul Allah kecuali Istri dan Waraqah, yaitu untuk mengusir rasa kekhawatiran juga atas kebenaran diri-Nya yang telah menyandang menjadi seorang Rasul. Belum lama setelah Wahu Pertama di turunkan melalui Jibril kembali Rasul dikagetkan dengan suara dari arah langit, mendengar suara itu Rasul kembali digandrungi rasa takut serta menggigil beliaupun bergegas untuk pulang kerumah setibanya di rumah beliau meminta sayyidah Khadijah untuk menyelimuti diri-Nya.

Dalam keadaan berselimut karena perasaan takut setelah mendengar suara dari langit tadi, tidak lama setelah itu Rasul kembali di datangi oleh malaikat Jibril dengan membawa Wahyu Kedua Surat Al Muddassir/74 ayat 1-7

"(1)Wahai orang yang berselimut! (2)bangunlah, lalu berilah peringatan! (3) dan agungkanlah Tuhanmu, (4)dan bersihkanlah pakaianmu, (5)dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji, (6)dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. (7)dan karena Tuhamnu, bersabarlah...."

Dengan Wahyu yang diberikan kepada Rasulullah antara Wahyu Pertama dan Wahyu Kedua diatas semakin memperkuat dan memantapkan atas keraguan beliau sebelumnya sekaligus sebagai awal titik cerah tidak hanya bagi kaum Rasul ketika itu tetapi juga kita yang hidup didunia modern saat ini karena beliau adalah Nabi dan Rasul penutup dan karena beliau juga Al Quran di wahyukan dari Allah melalui perantara Jibril kepada-Nya serta perjuangan beliau dalam menegakkan Islam dengan penuh kesabaran, berjuang tanpa lelah dengan berbagai jenis rintangan beliau hadapi sudah sepantasnya dan wajib hukumnya mengikuti petunjuk beliau sebagai Rasul Allah yang memang itu merupakan Syariat Islam yang diturunkan langsung oleh tuhan kita yang Maha Besar lagi Maha Bijaksana yakni Allah Subhanahu wata'ala seperti yang disebutkan juga melalui Rukun Islam "Tidak ada tuhan selain Allah dan Rasul adalah utusan Allah" mengakui tidak ada tuhan! selain Allah dan nabi Muhammad adalah Rasul/ kekasih Allah.

Tidak hanya cukup mengakui secara lisan saja atau tahu saja tanpa ada sikap taat. Sebagaimana yang diperintahkan kepada Rasul kita jadikan itu cermin bagi kita sebagai pengikut Rasul jelas apa yang diperintahkan Allah kepada Rasul melalui Al Quran kita juga harus mendirikannya seperti perintah Allah Surat Al Alaq kepada Rasul dan kita sebagai pengikut Rasul wajib juga Baca! maksudnya baca artinya identik dengan membaca tulisan, tapi maksud Al Quran sendiri tidak cukup hanya membaca tulisan dalam hal ini adalah Al Quran melainkan Baca! untuk kita, baca prilaku kita sendiri, sudahkah benar sesuai yang diajarkan Rasul yang tersimpan dari kandungan Al Quran sebagai ayat Allah, sudah taat kepada Allah atau belum? adakah kita menyeru dalam berbuat kebajikan kepada sesama yang belum mengerti, labil dan bodoh kejalan yang Allah ridho'i? sudahkah kita meninggalkan larangan-larangan Allah? Seperti yang terdapat juga pada surat Al Muddassir Allah tidak memperkenankan Rasul hanya tidur dan berselimut tapi bangunlah! maksdunya bangun untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang keluar dari syariat, agungkan nama Allah, bersihkan pakaian, maksud pakaian adalah sesuatu yang melekat pada diri, bisa juga diartikan nafsu yang menhasilkan rasa ujub, sombong, dengki, munafik dll yang ada pada diri, tinggalkan perbuatan-perbuatan keji semua harus dilakukan dengan Tulus dan Sabar karena Allah. Salah satu surat yang memiliki kandungan dan makna luar biasa Saya pikir sudah seharusnya kita pahami isi kandungan ayat Al Quran itu apa maksudnya, pelajari, serta pahami sebelum berlanjut ke surat dan ayat-ayat berikutnya baiknya kita pahami dulu ayat-ayat diatas dari total 114 Surat, 30 Jus dan 6.666 Ayat. "Berkumpulah dengan orang-orang Shaleh mintalah petunjuk untuk dibimbing agar kamu tidak sesat." seperti Rasulullah yang memohon kepada Allah untuk dibimbing sampai datang kepada-Nya malaikat Jibril yang ditugaskan kepada Allah untuk membimbing Rasulullah. Seorang Rasul saja masih butuh bimbingan, apalagi kita manusia biasa? renungkan.

Jangan suka membangga-banggakan diri sendir atau orang lain dengan berlebihan dibilang nih Saya paling ok (Ujub) dibilang Publik Figur saat ini? sehingga yang didominasi oleh kamu bukan lagi kepada figur yang sepatutnya dicontoh tapi malah orang yang kamu banggakan tadi bisa itu diri sendiri ataupun orang lain, sekalipun kamu salah kamu tidak mau mengakui kalo itu salah, sekalipun orang tersebut sesat tetap kamu banggakan dan mengikuti gayanya "Sesungguhnya orang yang kamu banggakan dengan berlebihan didunia ini hanya akan menyesatkanmu, sesuatu hal yang buruk ada padanya kamupun akan ikuti, sungguh kamu adalah orang yang merugi dan bodoh!"

Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam adalah seorang Figur Mutlak bagi kita yang ingin selamat dunia akhirat ikutilah jejak-Nya, cari tahu siapa beliau, Sejarah Rasulullah, dengan begitu semoga kita menjadi lebih tahu apa yang harus dilakukan, seperti pepatah sering kita dengar "bagaimana mau Sayang kalo tak kenal?" bagaimana mau nikmat rasa Iman dan Taqwa itu jika kita belum tahu Ilmu dan caranya. Semoga dengan postingan ini bersama kita dapat memetik Ilmu yang manfaat belajar evaluasi diri, mawas diri Insya Allah tuhan kita beserta orang-orang yang mau hijrah dengan sungguh-sungguh aamiin.  

"Dengan nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang, segala puji bagi Allah tuhan seluruh alam, yang maha Pengasih lagi maha Penyayang, pemilik hari pembalasan, Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan, tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) meraka yang sesat."
Description: Wahyu Pertama dan Kerasulan Nabi Muhammad SAW Rating: 5.0 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Wahyu Pertama dan Kerasulan Nabi Muhammad SAW
Read More

Posted by: Suhendri Mr
Video Umat, Updated at: 11.53

0
Landasan Pokok Ibadah Umat Islam

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Landasan Pokok Ibadah Umat Islam adalah tema publikasi Artikel Islam kali ini, alhamdulillah karena nikmat Allah Saya bisa kembali hadir untuk berbagi Ilmu terkait Islam sebagai bentuk evaluasi diri dan ketaatan atas salah satu perintah Allah Subhanahu WaTa'ala serukan kepada Umat seluruh Alam, tidak lepas adalah Saya sebagai umat Manusia semoga Allah mengampuni atas khilaf dan dosa Saya dan Sodara/i sekalian Iman dan Islam semoga benar tertanam atas diri kita sebagai ciptaanNya.

Landasan Pokok Ibadah Umat Islam

Adapun materi yang ingin Saya sampaikan adalah tentang Landasan Ibadah yang wajib kita ketahui serta pelajari agar Ibadah kita berbuah Amal sebagai bekal akhirat dan tidak sia-sia suatu nilai Ibadah yang telah dilakukan karena keengganan dalam berproses, memahami setiap ajaran yang Rasulullah Shalallahu 'alahi wassalam telah sampaikan kepada kita sebagai kaumNya.

Boleh orang menyebutkan atas dirinya adalah Islam tapi bisakah dikatakan seorang Mukmin atau Muslim apabila landasan Ibadah saja kita tidak tahu? jawab bisa. Tidak ada yang tidak bisa diajaran Islam sekalipun untuk orang-orang yang umum dilihatnya tidak baik asal satu Benar atas upayanya dan mau bersungguh-sungguh untuk mencari tahu akan kebenaran Allah tanpa enggan. Berikut adalah ulasan perpoin dari landasan ibadah orang mukim.

1. Tauhid
Apa itu tauhid? Tauhid menurut bahasa arab adalah "penyatuan", dalam islam menegaskan penyatuan dengan Allah kemantapan seorang mukmin atas ketauhidannya harus benar, tulus, ikhlas, dan sabar percaya bahwa Allah itu satu karena tidak ada Tuhan selain Allah dan Rasulullah adalah utusan Allah serta harus siap menerima konsekuensi atas kepercayaannya itu dengan bentuk yang nyata yaitu sikap (Ibadah). Itulah baru dikatakan tauhid yang sebenarnya Insya Allah.

Tidak serta merta tahu definisinya saja yang statusnya dapat diubah-ubah tapi lebih dilihat dari tindakan/ perbuatan bagi yang ingin dikatakan Muslim dengan Ridho Allah. Tauhid ialah asas Aqidah lawan Tauhid berarti Mengelak atau "Pembagian" yang merujuk kepada menyembah selain Allah (Berlaha) dan lain sebagainya.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. AZ-Zariyat: 56)

"Sungguh, Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang mengajak: Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut." (QS. an-Nahl: 36)

2. Syariat Islam
Apa Itu Syariat Islam? Syariat Islam adalah Hukum atau Aturan Islam yang mengatur seluruh sendi umat Islam. Selain itu adalah sebagai panduan atau petunjuk hidup dalam menyelesaikan problema hidup serta melakukan bentuk ketauhidan seorang mukmin agar lurus dan benar langkahnya. Dari mana hukum/ aturan Allah serta petunjuk umat Islam dapat kita ketahui Al Qur'an dan Sunnah Rasul adalah jawabannya.

Bagaimana agar kita dapat mempelajarinya dengan baik dan benar? Bacalah dan pahami isi kandungannya, berkumpul dengan orang-orang sholeh, serta biasakan dalam menahan lapar (Puasa) agar kamu Peka Insya Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata."

Sangat erat sekali hubungan antara kedua landasan tersebut dan adalah benar apabila ini dikatakan sebagai Landasan pokok umat Islam dan wajib hukumnya bagi kita ketahui dan memahaminya sebagai bekal langkah kita menuju kebenaran dan dihilangkan atas bentuk keragu-raguan sebagaimana umat yang dikatakan Islam belum tentu Mukmin dan Muslim apabila enggan atau mengelak jika diberi tahukan.

Maka bersyukurlah bagi kita yang masih diberikan nikmat Ilmu dilapangkan dalam menerima kebaikan, "sesungguhnya menuntut Ilmu kususnya Ilmu Islam tidak akan pernah ada batasannya, dan jangan sampai kita merasa cukup dengan Ilmu yang sudah didapatkan dengan seadanya karena itu perbuatan merugi". Terus belajar dan perdalam Ilmu Islam agar Islam bukan sekedar Identitas belaka melainkan Islam yang sebenarnya yaitu Islam Kaffah (Menyeluruh).

Semoga senantiasa diberi kemudahan untuk kita semua dalam berproses dengan niat yang benar, terlindungi dari godaan Syaitan yang terlaknat! Akhirnya Saya cukupkan sampai disini terima kasih wabillahi taufik walhidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!
Description: Landasan Pokok Ibadah Umat Islam Rating: 5.0 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Landasan Pokok Ibadah Umat Islam
Read More

Posted by: Suhendri Mr
Video Umat, Updated at: 12.00

0
Agar Amal Diterima Oleh Allah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Yang Saya banggakan Sodara/i ku sekalian setelah kita belajar perkara apa saja yang membatalkan amal dari Video Ceramah tentang Perkara Pembatal Amal sekarang Saya ingin share kembali untuk pembelajaran sekaligus evaluasi diri yakni apa-apa saja yang harus diperhatikan Agar Amal Diterima Oleh Allah:

Agar Amal Diterima Oleh Allah

1. Ilmu
Seperti yang kita tahu bersama Ilmu adalah cahaya/ petunjuk hidup agar kita paham atas apa yang kita lakukan itu baik ataukah buruk terhadap hubungan horizontal dan vertikal (Tuhan dan Manusia), aktifitas hidup berlandaskan Ilmu akan berbuah manis yakni Amal. dilanjutkan dengan perkara dua..,

2. Niat Karena Allah
Apapun aktifitas hidup kita selama Niat itu karena Allah semata akan berbuah manis pula yakni Amal. Lantas jangan befikir/ menganggap amal didapat hanya dari sholat, puasa, zakaat "Rukun Islam" semata, karena itu memang sudah menjadi kewajiban umat Islam. Karena kenyataannya tidaklah hanya begitu dengan Niat yang baik karena Allah semua aktifitas yang dilakukan Insya Allah akan berbuah Amal.

3. Sabar
Sabar adalah poin berikut'a yang sangat penting tidak mengikuti hawa nafsu ketika dihadapkan oleh sesuatu yang tidak disukai, karena orang yang terperdaya oleh nafsu'a hanyalah orang-orang  yang merugi/ teman Iblis. Seperti halnya dalam Sholat perlu ditanamkan rasa Sabar, baik dalam mendirikannya hingga selesai dan seterusnya selain itu sebagai pembimbing agar Sabar dapat kita rasakan nikmatnya dilanjutkan dengan poin berikutnya,

4. Ikhlas
Ikhlas memiliki keterkaitan sangat erat sekali dengan sabar karena dengan adanya sabar tanpa diayomi oleh perkara satu ini yakni Ikhlas biasanya hanya akan menyimpan penyakit dalam hati, resah, gundah dan gelisah, buruk sangka dan lain sebagainya dengan ikhlas hadir sebagai filter mencegah hal-hal tersebut, serahkan semua kepada yang Esa, istiqomah dalam menerima apapun itu dalam hidup baik senang ataupun duka.

Dari uraian singkat diatas jelas, amal tercipta karena adanya bentuk ketaan kita kepada Sang Pencipta yakni Ibadah. Apabila bila kita paham apa itu Ibadah, sebenarnya disetiap nafas yang terhembuskan disitulah Ibadah dapat diterpakan, tanda hidupnya seorang Muslim didunia adalah dengan Ibadah, jika tidak Ibadah manusia tidak dikatakan hidup? (Allahualam) kunci agar "Selalu mengingat Allah" dan berharap ridho'a buka berharap kepada yang lain. (Totalitas Ibadah).

Allah Subhanahu WaTa'ala berfirman:
"Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki ataupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka sesungguhnya akan kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan" (QS An-Nahl ayat 97).

Semoga uraian singkat ini dapat sedikit banyaknya pencerahan bagi kita semua. Dengan begitu agar kita Umat Islam tidak masuk kepada golongan yang merugi dan sia-sia, sekian terima kasih wabillahi taufik walhidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!
Description: Agar Amal Diterima Oleh Allah Rating: 5.0 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Agar Amal Diterima Oleh Allah
Read More

Posted by: Suhendri Mr
Video Umat, Updated at: 00.02